Para Hadirin bag4

Atau kalau alergi dengan kata ”para”, langsung saja mengucapkan: ”Hadirin yang saya hormati….” Kesalahan yang juga masih sering kita dengar dari mulut panitia atau pejabat saat menyampaikan sambutan dalam sebuah acara adalah penyebutan kata ”ulama”. Lazimnya, sebelum pembicaraan memasuki materi utama pidato, para pejabat lebih dulu menyapa semua pengunjung dengan menyapa para tokoh formal dan informal. Salah satu kalangan informal yang mendapat giliran pertama adalah ”ulama”. ”Almukarramun para ulama….” Atau dalam versi lain: ”Yang terhormat/yang saya hormati/yang saya muliakan para ulama…”. Penyebutan kata ”para” dalam kalimat itu juga tidak tepat. Kasusnya sama dengan penyebutan kata ”para” di depan kata ”hadirin”.

Contoh Percakapan Bahasa Inggris 2 Orang

Berikut akan kami lampirkan contoh-contoh percakapan bahasa inggris 2 orang yang bisa Anda praktekkan dan pelajari.

1. Ririn: When will you leave for Jakarta?

Toni: Next week I’ll leave.
Ririn: In Jakarta, who are you going to live with?

Toni: I will live with family there.
Ririn: Good for you, hopefully your lectures will run smoothly and don’t forget to give news.
Toni: Of course, you also have to give frequent news.

baca juga : rekomendasi tempat kursus PTE terbaik di Jakarta by norwest.co.id

Terjemahannya :

Ririn : Kapan kau akan berangkat ke Jakarta?
Toni : Minggu depan aku akan berangkat.

Ririn : Dijakarta kau akan tinggal dengan siapa?
Toni : Aku akan tinggal bersama keluarga disana.

Ririn : Baguslah, semoga perkuliahanmu lancar dan jangan lupa kasih kabar.
Toni : Tentu saja, kamu juga harus sering-sering kasih kabar.

2. Susi: I heard you won first place in a solo vocal competition in the district, congratulations Don.

Doni: Yes thank you, pray that I will compete at the provincial level later this month.
Susi: Wow, really? I’m sure you will win because you have a good voice.
Doni: Yes, but it’s not enough just with a good voice, your prayers are also very important to me.

Terjemahannya :

Susi : Kudengar kamu juara satu saat lomba vocal solo di kabupaten, selamat yah Don.
Doni : Ya terimakasih, doakan saya akan berlomba tingkat provinsi akhir bulan ini.

Susi : Wah, benarkah ? Aku yakin kamu pasti menang karena kamu punya suara yang bagus.
Doni : Ya, tetapi tidak cukup hanya dengan suara bagus, doa kalian juga sangat penting untukku.

3. Rama: Where are your new year’s holidays?

dialog bahasa inggris 2 orang

Sinta: I’m on vacation to grandma’s house in Bogor. How about you ?
Krishnamurti: I plan to take you on vacation, but you already have other plans. So I have no other plans.

Sinta: Why not come with me to my grandma’s house?
Rama: Can I join?

Sinta: Yes, of course you can.
Krishnamurti: All right, I’ll take a year-end vacation to your grandma’s house.

Terjemahannya :

Rama : Liburan tahun baru kamu kemana?
Sinta : Aku liburan ke rumah nenek di Bogor. Bagaimana denganmu ?

Rama : Aku berencana mengajakmu liburan, tetapi kamu sudah punya rencana lain. Jadi aku tidak punya rencana lain lagi.
Sinta : Kenapa tidak ikut denganku saja ke rumah nenekku ?

Rama : Apakah aku bisa ikut ?
Sinta : Ya tentu saja bisa.

Rama : Baiklah, aku akan ikut liburan akhir tahun kerumah nenekmu.

Itulah 3 contoh percakapan bahasa inggris 2 orang, semoga bermanfaat dan Anda bisa membuat contoh dialog bahasa inggris 2 orang lainnya untuk memaksimalkan pembelajaaran.

Inspirasi Alam Motif Jawan Bag8

Celuk Design Centre juga akan merintis pendirian museum kerajinan perak Celuk. ”Jadi, kalau ada yang nakal menjiplak desain khas Celuk lalu mengurus hak ciptanya, bisa dikonfrmasi dengan mudah,” ujar Megayasa. Celuk Design Centre kerap melakukan pelatihan agar anak-anak muda Celuk tetap bersedia berlatih kerajinan perak, termasuk mengembangkan desain dan pemasarannya melalui Internet. Belakangan, pelatihan ini juga diminati mahasiswa asing yang mengikuti program pelatihan Excursion Student Tropical Living, bekerja sama dengan Universitas Udayana. Ada juga kerja sama dengan lembaga pengembangan desain, seperti Yayasan Mutu Manikam, Institut Seni Indonesia Denpasar, dan Jurusan Desain Institut Teknologi Bandung.

 

Penilaian Uji GRE dan Penjelasannya

Bagi kamu yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk melakukan ujian tes GRE atau Graduate Record Examination untuk mendaftar program pasca sarjana di Amerika, selain harus mempersiapkan dengan belajar kamu juga wajib mengetahui penilaian pada ujian tersebut.

baca juga : rekomendasi kursus GRE di Jakarta

Dengan mengetahui penilaian pada ujian GRE, kamu bisa membuat target nilai dan belajar akan lebih fokus untuk mencapai target nilai yang kamu inginkan. Untuk itu kamu bisa simak ulasan yang ada di bawah ini, agar mengetahui bagaimana proses penilaian bekerja.

Proses Penilaian

Perlu kamu perhatikan bahwa GRE memiliki tiga komponen pada soal ujiannya yaitu yang terdiri dari Penalaran Verbal, Analisis Penulisan dan Penalaran Kuantitatif. Setiap jenis dari ujiannya memiliki total nilai pada skala 200-900.

Namun dalam beberapa tes yang sudah berlangsung pada subjek dan sub nilai memiliki skala nilai antara 29-99. Hasil dari penilain peserta yang mengikuti ujian biasanya akan mendapatkan pemberitahuan pada jangka kurang lebih enam minggu.
Pada komponen-komponen soal ujiannya memiliki penilaian yang berbeda. Berikut penjelasan mengenai penilaian pada setiap komponen pada soal ujian.

Pada Penalaran Verbal, penilaian akan berada pada skala nilai 130 hingga 170. Dalam setiap point kenaikan, maka dapat kamu bandingkan pada 200-800 dalam 10 poin kenaikan.

Pada Penalaran Kuantitatif, penilaian akan berada pada skala nilai 130 hingga 170. Dalam setiap point kenaikan, maka dapat kamu bandingkan pada 200-800 dalam 10 poin kenaikan.

Pada Penalaran analisis kepenulisan, penilaian akan berada pada skala nilai 0-6 dengan pertimbangan menulis dengan kenaikan setengah poin.

Pada kemampuan karakteristik deskriptif berasal dari analisis pada penulisan, penjabaran mengenai isi dari pertanyaan yang berasal dari setiap tingkatan hingga keseluruhan dari selembaran yang terlampir.

Itulah bagaimana cara penilaian pada uji GRE dan juga penjelasannya. kamu dapat mengikuti perhitungan yang sudah kami jelaskan di atas sebagai pedoman kamu ketika berlatih mengerjakan soal-soal GRE.

Dengan mengetahui penilaian tersebut kamu dapat memiliki bayangan dan target untuk skor yang ingin kamu raih ketika mengikuti tes ujian. Penilaian ini dapat kamu terapkan ketika sedang berlatih dalam mengerjakan soal-soal GRE.

Inspirasi Alam Motif Jawan Bag5

Ketika turis asing yang membuka usaha kerajinan di Bali kian banyak, mereka juga ikut mempengaruhi masalah desain perak Celuk. Mereka rajin mendaftarkan hak cipta untuk desainnya, meski dalam karya pengusaha asing itu kerap ditemukan corak Bali. Sekretaris Asosiasi Perak Bali Wayan Wijaya mengatakan pihaknya pernah menemukan desain yang mirip dengan patra punggel, yang umumnya ada dalam arsitektur Bali dan dalam barang kerajinan. Namun, ketika diterapkan pada desain perak, hak ciptanya didaftarkan oleh orang asing. ”Kalau sudah begini, kita kebingungan juga bagaimana mempersoalkannya,” kata pemilik toko barang seni Puspa Mega itu. Dia yakin masih banyak desain sejenis yang dipatenkan tanpa sepengetahuan orang Bali.

Struktur Tes GMAT dan Penjelasannya

GMAT (Graduate Management Admission Test) adalah sebuah tes yang digunakan sebagai salah satu syarat masuk universitas di luar negeri. Sehingg jika ingin melanjutkan program study MBA (Master of Business Management) di universitas yang ada di Amerika Kamu harus mengikuti tersebut.

baca juga : rekomendasi terbaik lembaga kursus GMAT di Jakarta

Dengan mengikuti tes ini, universitas di Amerika akan terbantu dalam mengevaluasi keterampilan akademik para peserta yang mengikuti program study MBA. Jadi kemampuan Kamu akan diuji lewat tes yang akan Kamu lakukan ini.

Struktur Tes GMAT

1. Penalaran Terpadu
Penalaran terpadu adalah untuk mengukur kemampuan yang Kamu miliki untuk menganalisis data yang ada. Serta untuk mengevaluasi informasi-informasi yang tersedia dalam berbagai bentuk format.

2. Penilaian Penulisan Analitik
Penilaian penulisan analitik adalah untuk mengukur kemampuan yang Kamu miliki untuk berpikir kritis hingga mengungkapkan ide-ide yang Kamu miliki.

3. Penalaran Kuantitatif
Penalaran kuantitatif adalah untuk mengukur kemampuan Kamu dalam menganalisis data hingga membuat kesimpulan dengan kemampuan melanar yang Kamu miliki.

4. Penalaran Verbal
Struktur yang terakhir adalah penalaran verbal. Penalaran verbal adalah untuk mengukur kemampuan yang Kamu miliiki dalam membaca serta memahami suatu teks. Serta mengevaluasi argumen dan mengoreksi teks agar sesuai dengan standarisasi bahasa Inggris.

Untuk menyelesaikan semua soal yang ada dalam tes GMAT, waktu yang Kamu butuhkan sekitar kurang dari 3,5 jam. Kamu juga bisa memilih pilihan untuk istirahat dalam mengerjakan soal sebanyak 2 kali kesempatan.

Jenis Pertanyaan Struktur Tes GMAT

1. Penalaran Terpadu
Dengan durasi waktu 30 menit terdiri dari 12 pertanyaan, mengenai: Interprestasi Grafik, Analisis Tabel, Penalaran Multi Sumber hingga Analisis Dua Bagian.

2. Penilaian Penulisan Analitik
Dengan waktu 30 menit terdiri dari 1 pertanyaan mengenai Analisis sebuah Argumen.

3. Penalaran Kuantitatif
Dengan durasi waktu 62 menit dan terdiri dari 31 pertanyaan, meliputi: Kecukupan Data Hingga Pemecahan Masalah.

4. Penalaran Verbal pada Tes GMAT
Dengan durasi waktu 65 menit dan terdiri dari 36 pertanyaan, meliputi: Pemahaman Membaca, Penalaran Kritis hingga Koreksi Kalimat.

Tes GMAT memiliki nilai score sebanyak 200 – 800 poin score. Pengukuran nilai score ditentukan oleh berapa banyak jumlah soal yang dijawab dengan benar. Serta berapa banyak soal sulit yang berhasil Kamu jawab.

 

Saat Menemani Anak MENONTON KARTUN

Saat Menemani Anak MENONTON KARTUN – * Cari tahu tentang karakter kartun kesayangan anak. Apakah itu tokoh baik atau tokoh jahat, seperti apa fi lmnya, dan kira-kira apa yang membuat anak menyukai tokoh kartun tersebut. Terkadang anak mengindentifi kasi diri pada suatu tokoh demi menyalurkan kebutuhan emosinya. Contoh, tokoh monster untuk menyalurkan sikapnya yang agresif. Tentu itu mengejutkan, namun tak perlu panik. Si kecil justru perlu penjelasan bahwa perilaku monster tidak bisa ditiru karena sering merugikan/menyakiti pihak lain. Di lain sisi, untuk menyalurkan agresivitas anak, tawarkan berbagai kegiatan positif, seperti masuk klub bela diri, dan lainnya.

Baca Juga : SAT Registration Jakarta

* Terlibatlah dalam permainan seru anak. Ketika ia mengidentifi kasi diri menjadi monster, Mama bisa menjadi ibu monsternya. Fokuslah pada nilai-nilai positif yang akan diberikan sehingga anak dapat memahami konsep baik dan buruk, perilaku mana yang boleh dicontoh dan tidak, mana yang bisa diterima dan tidak oleh lingkungan, dan sebagainya. Misal, bahwa anak monster memiliki ibu yang sangat memerhatikannya atau anak monster pun senang bermain.

* Ajarkan nilai-nilai kehidupan dalam keluarga. Tokoh kartun dapat dimanfaatkan sebagai media menanamkan nilai-nilai moral, namun yang terpenting sebenarnya adalah role model dari Mama Papa sendiri. Bukankah perilaku Mama Papa yang akan sering dilihat anak? Panutan yang baik dari orangtua akan membuat anak tidak salah fokus dalam memahami suatu nilai karena ia telah memperoleh contoh-contoh yang pasti dari dalam keluarganya.

* Beri alternatif tokoh idola. JIka tak sreg dengan tokoh kartun kesayangan anak, Tom, si kucing yang nakal, misal, beri ia alternatif tokoh kartun yang lain. Intinya, kita bisa mengembangkan preferensi anak lebih luas sehingga ia tidak hanya fokus pada satu tokoh saja.

* Beri ruang untuk imajinasi. Berikan wadah agar anak bisa menuangkan imajinasinya tentang tokoh kartunnya. Contoh, dengan menyediakan perangkat menggambar. Menggambar, selain mengembangkan kreativitasnya, juga akan melatih kemampuan motorik halus anak. Bagaimana dengan kasus Noli yang sampai meminta dibuatkan pakaian seperti yang dikenakan tokoh kesayangannya? Boleh-boleh saja, kok. Tentu pakaian ini rak harus dengan bahan yang mahal. Syukur-syukur jika Mama piawai menjahit sendiri. Pakaian ini bisa dikenakan dalam kesempatan khusus, pawai atau atraksi di sekolah, upamanya.

Kunjungan KPUke Gramedia Majalah

PA SIH ukuran sukses tidaknya pemilihan umum di suatu negara? Salah satunya, jumlah peserta dalam pemilu tersebut sebanding dengan jumlah calon pemilih yang ada. Agar bisa mencapai jumlah yang optimal, maka diperlukan sosialisasi yang luas sekaligus kreatif, di antaranya kepada para pemilih perempuan yang biasanya kurang peduli terhadap percaturan elite politik. Kondisi ini disadari oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), seperti dikatakan, Husni Kamil Manik, SP, Ketua KPU RI periode 2012-2017 kala berkunjung ke kantor Gramedia Majalah. Kenyataannya, masih banyak persoalan terkait hak-hak perempuan yang belum disuarakan secara proporsional di tingkat nasional. Demi menjembatani kepentingan itu, KPU membuat kebijakan, “Salah satu persyaratan untuk pencalonan harus memenuhi keterwakilan perempuan sebanyak 30% di setiap daerah pemilihan. Keterpenuhan 30% adalah syarat minimal. Kalau dia [partai] mengajukan tiga nama, maka 1 di antara 3 itu harus perempuan. Dua nama saja, salah satunya harus perempuan. Kalau lima nama, minimal harus ada 2 perempuan. Kalau tujuh, harus ada 3 perempuan.” Tentu saja, kita berharap para perempuan yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif paham pokok permasalahan perempuan di Indonesia. Tanpa itu akan sulit bagi mereka untuk membuat peraturan yang berpihak kepada perempuan. Oleh karenanya, ayo jadilah pemilih yang cerdas. Gunakan hak pilih kita sebagai perempuan, sebagai ibu, dan sebagai warga negara yang memiliki hak-hak politik sama seperti warga negara RI lainnya

Inspirasi Alam Motif Jawan

Rangkaian jejawanan (bola-bola kecil) dengan ukuran kian mengecil itu mirip sulur tunas pohon pakis aji yang menjalar panjang dan melengkung di ujungnya. Bentuk sulur itu terlihat indah ketika terangkai dalam aneka perhiasan seperti cincin, liontin, kalung, dan gelang. Itulah motif bun jejawanan, salah satu motif dasar yang secara komunal dikuasai para perajin perak di Desa Celuk, Sukawati, Gianyar.

Ada pula liman paya, yang mirip sulur buah pare layaknya gulungan spiral yang mengerucut di ujung. Lalu stirilisasi atau peniruan buah gondo yang mirip tetesan air, yang juga menjadi dasar kekhasan motif kerajinan perak Celuk. ”Semua motif dasar memang diserap para leluhur dari alam sekitar,” kata Made Megayasa, Ketua Celuk Design Centre.

Jenis-jenis Tes SAT

Untuk para calon mahasiswa yang berencana akan melanjutkan ke perguruan tinggi internasional tentunya sudah tidak asing dengan yang namanya test SAT (Scholastic Aptitude Test, atau Scholastic Assessment Test). Pada artikel ini akan membahas mengenai tes ini.

Jenis-jenis Test SAT

Test SAT merupakan ujian standarisasi yang merupakan buatan College Board sebuah lembaga nirlaba yang berbasis di AS. Umumnya yang mengikuti  tes ini adalah para pelajar yang sudah menuntaskan pendidikan selama 12 tahun dan ingin memasuki jenjang perguruan tinggi internasional.

“rekomendasi tempat kursus tes SAT di Jakarta ” – https://avanaeducation.com/

Berbeda dengan ujian TOEFL dan IELTS yang menguji kelancaran berbahasa Inggris. Tes ini menguji kesiapan calon mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan S1 di luar negeri. Nilai SAT yang baik juga dapat menjadi nilai plus apabila kamu ingin mendapatkan beasiswa.

Sebelum tahun 2021 test SAT dibagi menjadi 2 yaitu:

  • Reasoning Test bertujuan untuk mengetahui kemampuan para peserta dalam hal menulis, membaca dan juga matematika.
  • Subject Test memiliki tujuan untuk melihat sampai di mana keterampilan para peserta pada beberapa bidang studi.

Namun pada tahun 2021 College Board memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan SAT Subject Test. Penghentian ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi dan menyederhanakan tuntutan akademis yang diberikan kepada para pelajar.

Test SAT dibagi menjadi 3 bagian yaitu Reading, Writing & Language, and Math Test. Beberapa soal di antaranya terdapat pilihan ganda dan essay.

  1. Reading

Jumlah: 52 soal

Durasi: 65 menit

Soal ini berfokus pada menjawab pertanyaan berdasarkan informasi dari teks bacaan dan juga tabel atau grafik.

  1. Language dan Writing

Jumlah: 44 soal

Durasi 35 Menit

Soal ini kamu hanya perlu membaca soal, menemukan kesalahan di teks yang tersedia, dan kemudian memperbaikinya.

  1. Math Test atau Ujian Matematika

Tes ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu:

  • Bagian soal yang boleh menggunakan kalkulator: 38 soal dengan durasi 55 menit
  • Bagian yang tidak boleh menggunakan kalkulator: 20 soal dengan durasi 25 menit

Soal ini kombinasi antara pilihan ganda dan isian bagian kosong.

Bagian Math Test akan mendapatkan penilaian tersendiri, sementara untuk penilaian bagian Reading dan Writing & Language hasil penilaian akan digabungkan.

Kisaran skor masing-masing bagian adalah 200 sampai dengan 800. sehingga total skor SAT yang akan didapatkan berkisar antara 400 hingga 1600.

Demikian merupakan pembahasan mengenai jenis jenis test SAT semoga dapat memberikan informasi bagi pembaca terutama untuk calon mahasiswa di perguruan tinggi internasional.