Kebencian Yang Bertahan Lama

Khalid Jabara, 37 tahun akhirnya tersungkur di teras rumahnya sendiri. Jumat ma lam dua pekan lalu, empat peluru bersarang di tubuhnya. Di dekat genangan darahnya, ada sebuah telepon seluler yang masih menyala; alat yang memberi tahu ibundanya detikdetik terakhir kehidupan Khalid setelah seorang tetangga menembaknya. ”Haifa mendengar peristiwa paling mengerikan dalam kehidupan para ibu: tembakan yang menewaskan anaknya,” kata Rebecca Abou-Chedid, kerabat keluarga Jabara, kepada CNN. Sebelum meninggal, melalui ponsel di atas, Khalid memperingatkan ibunya agar tak kembali ke rumah untuk sementara waktu—sebelum empat letusan mengakhiri hidupnya. Khalid yang keturunan Libanon itu sempat menelepon nomor darurat 911. Ia meminta pertolongan Kepolisian Tulsa, Negara Bagian Oklahoma, karena melihat tetangganya, Stanley Vernon Majors, 61 tahun, membawa senjata api.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *