“Mama, aku minta uang dong!” kata Navi (4) sambil menyodorkan tangannya ke sang mama. “Memang untuk apa uangnya?” “Untuk disimpan di kantong, Ma!” jelas Navi seraya menunjuk kantong celananya. Sang mama pun memberikan lima keping koin atau uang logam pecahan 200 rupiah pada Navi. Diam-diam mama mengamati apa yang Navi lakukan dengan lima keping uang logam itu. Rupanya, Navi sibuk menumpuk-numpuk uang itu, kemudian memasukkannya ke dalam kantong celananya. Mama jadi bertanya, sebetulnya apakah Navi dan anak seusianya sudah perlu mengenal uang?

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Awali Dengan Konsep Menabung

Maria Herlina Limyati, MSi, Psi., psikolog anak, menuturkan, anak perlu mengenal uang, sebab nantinya ia akan menggunakan uang dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk membeli sesuatu maupun menabung. “Namun, karena pemahaman pada anak prasekolah masih terbatas, maka pengenalannya juga dilakukan bertahap,” kata Maria. Disamping itu, anak usia ini juga mulai terbiasa melihat kita membeli sesuatu dengan uang dalam keseharian. Perlahan konsep mengenai uang akan terbentuk dalam pemikiran anak.

Anak bisa diajarkan tentang uang sejak ia menunjukkan ketertarikan terhadap uang atau transaksi menggunakan uang, umumnya di usia prasekolah ini. Maria menjelaskan, salah satu cara untuk memperkenalkan konsep uang pada anak adalah melalui pemberian uang saat berulang tahun atau hari raya. Dari uang tersebut, kita bisa mengajari anak untuk menyimpan uang yang ia dapat. Uang itu nantinya bisa ia belikan barang yang ia perlu atau inginkan, mi salnya baju atau mainan. “Dengan me nyimpan uangnya dan tidak langsung dibelikan sesuatu, kita mengajari anak untuk menunda keinginannya, bersabar, dan juga konsep menabung,” papar Maria.

Meskipun demikian, Maria tidak menyarankan kita langsung memberi kan uang untuk dibelanjakan oleh anak prasekolah. Terlebih lagi anak belum paham konsep angka, penjumlahan, atau pengu rangan. “Lebih baik awali pengenalan uang kepada anak melalui konsep menabung. Setelah anak belajar menyimpan uang, baru ia belajar untuk bertran saksi dengan uang,” jelas Maria. Pemberian uang jajan pun sebaik nya dilakukan saat anak sudah SD dan memahami konsep hitungan. Tanamkan dulu bahwa uang itu tak selalu untuk dihabiskan atau dipakai membeli sesuatu, tetapi uang itu bisa disimpan sampai jumlah tertentu.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *