Pasien mag ternyata memiliki dua keunikan, seperti dipapar kan oleh dr. Untung Sudomo, SpPD, KGEH berikut ini: ? Pertama, keluhan yang dirasakan tak selalu mencer minkan beratnya penyakit. Pasien dengan keluhan mag yang berat, ternyata bila diendoskopi (diteropong) banyak (86%) yang tak ditemukan kelainan di lambungnya.

? Kedua, makanan yang dapat ditoleransi oleh seorang pasien mag tak berlaku untuk semua pasien mag. Misal: minum susu; ada yang merasa nyaman, ada pula yang menjadi sakit perut, kembung, dan lainnya. Perlu diketa hui, banyak orang Indonesia yang tak bisa menoleransi susu karena tubuhnya tak dilengkapi suatu enzim untuk mencerna protein susu.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Nah, berkaitan dengan puasa, Spesialis Penyakit Dalam di RS Meilia Cibubur ini memaparkan beberapa hal yang penting diperhatikan bagi penderita sakit mag, yaitu: ? Minumlah obat penghambat produksi asam (ranitidine, proton pump inhibitor yang bekerja jangka panjang [10? 12 jam]) pada waktu sahur. Jadi, ja ngan cuma minum ant acid yang hanya bekerja 6-8 jam. Dokter akan memilih kan yang tepat. ? Kopi sebaiknya jangan diminum waktu sahur karena bersi fat diuretik, yang akan merangsang BAK pagi harinya, se hingga bisa memicu dehidrasi.

? Kurangi makanan yang berbumbu tajam/pedas/asam. ? Secara umum, semua sayuran/buah/jus buah bisa membuat kembung, bergantung pada toleransi masing masing orang. Yang jelas makanan ini sehat, mengandung air, serat, vitamin, dan kalori. ? Berbuka sebaiknya segera dan dimulai dengan makanan manis ringan/buah dan tidak berlebihan (bertahap), se hingga lambung tidak mendadak dibebani tugas yang be rat de ngan tiba-tiba.

? Makanan yang mengandung banyak lemak seperti keju, cake akan berada lama di lambung, sehingga lambung terasa penuh (sebah). Namun, ada sebagian orang meng anggap ini merupakan keuntungan karena merasa ke nyang terus. ? Dengan berpuasa/beristirahat, cairan untuk mencerna dari lambung, usus halus, usus besar akan berkurang produksinya. Dengan kata lain, saluran cerna dibuat sedikit beristirahat, siap untuk menunaikan tugas selanjutnya. ? Secara garis besar, puasa Ramadan akan menyehatkan lambung/saluran cerna, menormalkan kolesterol/trigli serida, meninggikan kadar kolesterol baik dan menurun kan kadar kolesterol jahat, asalkan puasa itu dilaku kan dengan benar sesuai kaidah agama, rohaniah dan jasmaniah.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *