Ketika emosi-emosi negatif muncul, berikan waktu untuk anak mengenali dan merasakannya. Dengan demikian si kecil akan belajar berempati terhadap perasaan orang lain. Kali lain si kecil ingin mengejek atau menertawakan orang lain, ia akan ingat bagaimana tidak nyamannya perasaan dipermalukan. Atau kali lain ia melihat temannya yang sedih, ia akan berusaha menghibur temannya.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Kemudian, setelah emosi negatif mereda, ajari si kecil belajar mengendalikan dan mengatasi emosi tersebut karena intensitas emosi yang berlebihan dan tidak terkendali dapat merugikan. Contoh, marah dan sedih yang berlebihan dapat berujung pada depresi; iri hati yang berlebih an menjadikan anak menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan orang lain; rasa malu berlebihan menjadikan anak minder. Ada beberapa cara yang bisa Mama Papa lakukan untuk membantu si kecil mengontrol emosinya:

¦ Hargai perasaannya. Jika anak mogok, jangan paksakan anak untuk melanjutkan. – Bicarakan perasaannya. Mengakui bahwa ia sedih atau iri bukan hal yang buruk. Dengan mengetahui apa yang dirasakan, orangtua da pat membantu memberi solusi untuk berdamai dengan perasaan tersebut. Misal, si kecil berkata bahwa ia malu karena ia jatuh dan ditertawakan, kita bisa memberi tahunya bahwa kesalahan adalah hal wajar: jatuh bisa bangun lagi. Bahkan pemenang kompetisi skating Mao Asada pun jatuh di tengah giliran tampilnya. Gunakan bahasa simpel dan contoh yang relevan. – Berikan dukungan apa pun hasilnya. Yakinkan si kecil bahwa kalah atau menang adalah bukan hal yang sangat krusial untuk orangtua.

Mama Papa tetap merasa bangga apa pun hasilnya karena yang dihargai adalah usahanya dalam menjalani suatu proses. Emosi positif: ¦ Bangga dan bahagia Emosi ini tidak harus selalu identik dengan kemenangan. Bangga karena sudah berani tampil dan sudah berusaha mengatasi rasa gugup, takut saat tampil, bangga karena sudah mengupayakan sesuatu. Rasa bangga dan senang akan berkontribusi terhadap konsep diri dan kepercayaan diri yang sehat.

Sumber : https://eduvita.org/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *