“Hal ini menunjukkan bayi menyerap rangsangan auditori sejak dari dalam rahim dan mereka bisa mengingatnya,” ujar Ruth Lotz. Dengan kata lain, bayi Mama memerhatikan pembicaraan yang Mama lakukan lama sebelum dia lahir. Jika kita menganggap si kecil melihat wajah boneka beruang dan wajah Mama dengan cara yang sama, sains menemukan itu tidaklah benar.

“ Rekomendasi tempat kursus bahasa Jerman di Jakarta yang terbaik agar bisa kerja di Jerman “ ~ upstory.org ~

Bayi ternyata merasa terbiasa dengan wajah manusia dan akan lebih memilih wajah manusia ketimbang benda-benda lain. Seperti yang dijelaskan Alison Gopnik, penulis buku The Philosophical Baby: What Babies’ Minds Tell Us About Truth, Love, and the Meaning of Life, “Bayi memahami ada sesuatu yang istimewa dengan manusia.” Yang jauh lebih mengejutkan, di satu tahapan, bayi baru lahir akan mengetahui mereka juga manusia. Atau setidaknya bahwa mereka entah bagaimana menyerupai manusia yang suka tersenyum dan mengoceh.

“ Program ausbildung di Jerman gratis untuk kamu yang ingin kerja di Jerman “ ~ sat-jakarta.com ~

“Hal itu menunjukkan mereka mengaitkan wajah orang lain dengan konsep mengenai diri mereka sendiri.” ujar Gopnik yang juga dosen psikologi dan fi lsafat di University of California. Artinya, bayi baru lahir te ngah mengalami perkembangan sebelum akhirnya memahami bahwa dia juga punya rupa seperti mamanya. Lalu, mungkin yang paling mengejutkan adalah terdapat bukti nyata bayi sudah merasakan dorongan untuk mengeksplorasi dunia dari umur yang sangat muda. Dalam suatu penelitian, lanjut Gopnik, para peneliti menemukan saat berumur beberapa bulan, bayi lebih tertarik pada mainan gantung yang bisa mereka kendalikan ketimbang mainan gantung yang tidak bisa mereka gerakkan.

Dengan kata lain, si kecil sesungguhnya seorang ilmuwan mini. 3. Bayi belajar berjalan dengan caranya sendiri. Pada akhirnya, bayi yang awalnya selalu meringkuk di pelukan Mama akan lincah berpetualang sendiri, menjelalahi dunia di sekitarnya. Namun tak seorang pun yang bisa memprediksi proses yang akan ia jalani, dari hanya tidur-tiduran hingga berlari-larian. Bayi mungkin akan melewati urutan yang biasa: berguling, diikuti dengan duduk, merangkak, berdiri, merambat, berjalan, dan akhirnya berlari. Tapi bisa juga dia lebih memilih mengikuti proses perkembangannya sendiri. Beberapa bayi tidak pernah mengalami proses merangkak.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *