Sepertinya lebih mudah bagi Mama untuk menjauhkan si batita dari tangga. Namun, sebenarnya mengajari batita cara naikturun tangga dengan benar justru bisa menjadi solusi lebih baik untuk menjaga keamanannya. Sebab, si batita akan tahu apa yang mesti dilakukan ketika harus melewati tangga, sementara pada saat itu Mama sedang tidak ada di sekitarnya.

“ Info Beasiswa Kuliah di Jerman Gratis untuk S2-S3 “ ~ upstory.org ~

Perkenalkan cara naikturun tangga dengan perlahan, dimulai dari meniti tiga anak tangga sambil berpegangan pada dinding atau pegangan tangga, tentu di bawah pengawasan Mama. Mengajarkan turun tangga butuh perhatian lebih, terutama bagi batita yang memiliki badan agak gemuk. Tapi dengan kesabaran dan pengawasan Mama, lama-lama ia akan menguasai kemampuan ini.

Pintar-Pintar Terapkan Time Out

Banyak orangtua menggunakan strategi time-out untuk mengatasi masalah perilaku pada batitanya. Namun, sebaiknya Mama menahan dorongan untuk menerapkannya pada setiap kejadian. “Strategi time-out tidak akan berhasil jika orangtua cenderung mengobralnya,” kata Ennio Cipani, Profesor dari National University, California.

Akan lebih baik jika Mama memberikan timeout hanya untuk perilaku-perilaku yang butuh perhatian khusus, semisal ketika si batita memukul temannya. Di luar itu, cukup beri peringatan atau teguran saja, atau untuk yang kesannya remeh, seperti merajuk, Mama bisa abaikan saja. Memang, strategi time-out tidak akan memberi hasil langsung, melainkan butuh waktu. Selama Mama konsisten dalam menerapkannya, batita akan mengalami perubahan perilaku.

Humor Bantu Anak Lebih Disiplin

Ketika usaha Mama untuk membuat si batita lebih disiplin gagal, jangan langsung menyerah. Terkadang, pendekatan yang humoris bisa lebih mengena baginya. Jadi, ketika si batita menolak atau lari sewaktu diajak membereskan mainan setelah bermain, tak perlu naik darah. Buat saja cerita lucu yang membuatnya tergerak untuk menuruti Mama.

Misalnya, “Kalau boneka kamu tidak dimasukkan ke dalam laci mainan, nanti malam-malam dia bilang, ‘Aduuuuh…. aku kedinginan, nih!’” sambil memeragakan gaya orang kedinginan. Setelahnya, ajak si kecil untuk memasukkan boneka itu ke dalam laci bersamasama. Lebih mudah, kan, dibandingkan marahmarah?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *