Toast dan Duel Kipas Bag3

Ketika Pakubuwono IX memerintah Keraton Surakarta (1861-1893), tarian Sangapati diberi makna baru menjadi Sangupati, yang bernuansa perlawanan. Pemerintah kolonial saat itu memaksa Pakubuwono melakukan perundingan menyerahkan tanah pesisir Pulau Jawa. Pada saat pertemuan di keraton, Pakubuwono menyajikan tari Serimpi Sangupati. Namun tari itu bukan sekadar sebuah hiburan, tapi juga disiapkan sebagai bekal kematian bagi Belanda.

Para penari Serimpi Sangupati syahdan dilengkapi pistol sungguhan yang diisi peluru. Para penari menyuguhkan gelas berisi arak untuk tamu Belanda. Pakubuwono berharap, bila banyak tamu Belanda yang mabuk, perundingan tak akan terjadi. Seterusnya memang Serimpi Sangupati menggunakan properti pistol mainan dan gelas minum arak. Pada awalnya tarian yang terbatas untuk kalangan keraton ini pasti berdurasi lama.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *