Toast dan Duel Kipas Bag4

Namun sekarang bisa menjadi lebih-kurang 15 menit saja. Tentu tidak ada arak atau wine dalam gelas. Enam penari Padnecwara hanya berpura-pura meneguk. Namun perpaduan gelas wine dan kelembutan para penari terasa pas. Serasi. Tidak ada keganjilan pada gerakan mereka. Malam itu, hampir semua generasi Padnecwara diikutkan. Termasuk yang berusia muda.

Nomor Enggar-enggar ditarikan Retno Proborini dan Landung Anandito. Ini semacam ”love dance”. Hampir semua karya besar Padnecwara diselipi adegan tarian percintaan. Sebut saja Suropati, Dewa Brata, dan Sekar Pembayun. Kita ingat dalam Suropati, misalnya, ada adegan duet percintaan Surapati dengan perempuan Belanda, Suzane. Dimulai dengan konflik, lalu berakhir dengan romansa. Retno Maruti menyajikan ”love dance” secara anggun dan halus.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *