Siapa yang tidak kenal dengan zika? Betul, meski namanya terdengar cantik, zika adalah virus yang sa ngat berbahaya. Saat ini, zika menjadi ancaman kesehat an yang membuat banyak negara harus bersiap menghadapnya, termasuk Indonesia. Dari laporan Pan American Health Organization (PAHO), pertama kali, wabah zika ditemukan di Brazil pada Mei 2015, lalu menyebar de ngan cepat hingga hampir ke seluruh Amerika Latin.

“ kerja di luar negeri gratis dengan program ausbildung di Jerman

Sejak Februari 2014 hingga 17 Ja nuari 2016, telah ditemukan infeksi virus zika di 18 negara di Amerika. Negara-negara yang melaporkan keberadaan kasus penyakit zika adalah Barbados, Bolivia, Brasil, Cap Verde, Kolombia, Republik Dominika, Ekuador, El Salvador, French Guiana, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Meksiko, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Venezuela, dan Yap.

Disebarkan Nyamuk Aedes Virus zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus, berasal dari kelompok arbovirus. Nama zika diambil dari nama hutan di Uganda. Di situlah virus tersebut ditemukan pertama kalinya pada 1947, saat ada seekor kera terinfeksi. Dari Afrika, virus zika lantas menyebar menuju kepulauan Asia Pasifi k dan Asia Tenggara. Tetapi pada 2015, mewabah di Brazil (saat ini 21 dari 55 negara di Amerika Latin sudah terkena).

Virus zika menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes, yang juga menyebarkan infeksi demam berdarah (dengue) dan virus chikungunya. Nyamuk Aedes yang menjadi vektor penyakit zika, dapat dalam jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain. Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari dan dapat hidup di dalam maupun luar ruangan.

Terkait dengan virus ini, Pusat Pengendalian Penyakit Menular Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mengeluarkan peringatan bagi mereka yang akan melakukan perjalanan ke daerah dimana banyak terdapat infeksi virus zika. Beberapa negara pun sudah melakukan penanganan terpadu demi menanggulangi virus ini, dimulai dengan program pencegahan, deteksi dini, penanganan yang cepat dan tepat, serta edukasi masyarakat melalui suatu program yang mampu laksana dan berkesinambungan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *