Kaget Setiap Kali Dengar Suara Keras

Halo ibu mayke, anak saya (2) setiap kali mendengar saya berbicara dengan nada tinggi, pasti kaget, sedih, dan menangis. Padahal saya sedang berbicara dengan orang lain, itu pun hanya memanggil saja. Apa kebiasaan itu akan terbawa hingga ia besar? Kenapa kok dia bisa kaget mendengar suara mamanya sendiri? Padahal saya tidak sedang marah-marah.

Baca juga : Kerja di Jerman

Mohon penjelasan ibu mayke. Terima kasih. Dessy susilawati – bandung Biasanya anak dengan ciri-ciri yang Ibu kemukakan termasuk anak yang sensitif. Tapi tidak ada keterangan apakah Ibu sering memarahi dia, sehingga nada tinggi yang dia dengar dari mamanya diasosiasikan sebagai “ibu saya sedang marah”. Sensitivitas yang ada pada seseorang biasanya sudah melekat pada dirinya, namun bisa diatasi sedikit demi sedikit, agar orang tersebut tidak lagi terlalu perasa dengan mengandalkan akalnya.

Tindakan yang perlu Ibu lakukan adalah: 1. Kalau Ibu sering memarahi dia dengan nada tinggi dan suara yang keras, maka cara ini perlu dihilangkan agar anak merasa tenang, emosinya sejahtera, dan menjadi anak pemberani. 2. Ketika dia menangis karena cemas mendengar suara Ibu waktu menyapa orang lain, tenangkan ia dan jangan menyepelekan perasaan cemasnya. Katakan pada anak, Ibu minta maaf karena membuatnya ketakutan dan jelaskan Ibu sedang memanggil teman yang tidak mendengar panggilan ibu. 3. Luangkan banyak waktu untuk menemaninya bermain, kalau perlu ajak anak lain yang sebaya. Tujuannya, agar hubungan Ibu dan anak tetap dekat dan anak terbiasa menghadapi berbagai situasi.

Kegiatan bermain bersama teman sekaligus dapat menjadi sarana melatih anak belajar membina hubungan dengan orang lain, berbagi, terlibat konO ik dengan teman, dan belaMar menghadapinya. Walaupun anak usia 2 tahun belum bisa terlibat bermain dengan teman seusianya, tapi setidaknya melatih dia bersosialisasi Diharapkan dari kegiatan-kegiatan di atas, lambat laun anak tidak lagi terlalu perasa. Sebab, dia sudah diberikan dasar kuat, yaitu kedekatan kasih sayang Ibu dan terlatih menghadapi situasi yang mengancam dirinya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *