Bukan hanya orang dewasa dan remaja, anak­anak pun kerap dijumpai asyik bermain game online di warnet. “Anak­anak berbondong­bondong mendatangi warnet dan menghabiskan waktu sekitar 2—5 jam dalam sehari. Bahkan, anak­anak usia 5 tahun pun sering kali ditemui keberadaannya di warnet.

Baca juga : tempat kursus ielts di jakarta

Mereka asyik memainkan berbagai aplikasi game yang ditawarkan. Seharusnya usia ideal anak menggunakan internet adalah 13 tahun ke atas, karena anak usia itu sudah memahami batasan­batasan,” ujar Mariam F. Barata dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI. VIDEO KLIP DEWASA Yang juga penting disimak, berbeda dari anak lelaki, menurut Mumu, pada anak perempuan jarang ada kasus yang terkait dengan game. Bukan berarti anak perempuan jarang atau sama sekali tidak pernah nge-game, melainkan, “Anak perempuan, sekalipun memainkan game online, masih wajar.

Misalnya, belanja baju, memasak, (memelihara) binatang, dan sejenisnya,” terang Mumu. Namun untuk media sosial, lanjut Mumu, lain lagi ceritanya, “Saat seminar di Bandung, seorang guru curhat tentang murid perempuannya usia 10 tahun yang sudah hafal lagu ‘Wrecking Ball’ milik Miley Cyrus. Sang murid mengetahui lagu itu dari video klip di media sosial dan video klip­nya itu tak layak dikonsumsi oleh anak usia 10 tahun. Wajarlah kalau si guru jadi khawatir.” Bila kasus ini tak segera ditangani, menurut Mumu, “Dimulai dari video klip, anak bisa melangkah untuk mengetahui lebih jauh ke flm pendek, lalu flm panjang, lalu ke flm porno, hingga akhirnya ingin melakukan.

Hal ini sudah ada di kalangan SD sampai SMP,” paparnya. Untuk mengatasinya, diakui Mumu, memang tidak mudah. Baik untuk mengatasi kegemaran menonton video klip dewasa maupun game online yang bermuatan kekerasan dan pornograf. “Mengatasinya harus perlahan, kontinu, dan terus­menerus. Dimulai dari membatasi anak terhadap akses hal­hal seperti itu, membatasi waktu anak, memberikan edukasi, hingga mengalihkan perhatiannya pada kegiatan positif yang aktif.” CERDAS & WASPADA Harus diakui, dunia anak­anak memang tak bisa dilepaskan dari bermain, termasuk bermain game online. Apalagi di era sekarang, anak­anak, termasuk balita, bisa dengan mudah mendapatkan akses untuk menggunakan gadget. Menurut Widuri dari ICT Watch Indonesia, sekitar 80% balita sudah akrab, bahkan terbiasa, dengan kehadiran gadget.

Sumber : https://westwoodprep.com/id/

Leave a comment

Your email address will not be published.