Sardono : Kamera , Papua , Dan Lelehan Cat Bag2

Tangannya sesekali menengadah seraya sorot matanya memandang nanap ke atas. Mulutnya menggumamkan sesuatu, tapi tak tertangkap kalimat-kalimatnya. Di sekelilingnya, meringkuk tubuh lelaki-perempuan dalam wajanwajan lain. Black Sun, karya terbaru Sardono W. Kusumo, dimulai dengan 11 penari merangkak perlahan dengan benda serupa wajan besar di atas punggung. Tata cahaya yang ditangani penata lampu asal Amerika Serikat, Clifton Taylor, membuat dalam kegelapan muncul pendaran-pendaran halus di permukaan bulatan wajan. Para penari tampak ada yang menutupkan wajan terbalik itu ke seluruh badannya.

Ada yang tertidur di wajan dengan kaki tertekuk seperti posisi jabang bayi dalam kandungan. Bunyi krak… krak… krak wajan yang bergoyang-goyang kanan-kiri bagaikan sampan-sampan kecil yang diempas gelombang itu membikin sensasi sendiri. Karya yang memetaforakan terombang-ambingnya manusia perahu itu dipentaskan di gedung Theatre Work, Jalan Mohamed Sultan, kawasan Clarke Quay, Singapura. Karya ini merupakan bagian dari Singapore International Festival of Arts (SIFA).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *