Karena itulah, deteksi dini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah ini serta untuk memperlambat atau menghindari PGK tahap akhir melalui analisis darah atau urine, tes carik celup (mikroalbuminuria bagi penderita diabetes), serta periksa tekanan darah secara rutin. Yang menjadi masalah, saat PGK menjadi lebih parah, muncullah penyakit yang dikenal sebagai gagal ginjal.

Baca juga : kerja di Jerman

Di sini akan timbul berbagai gejala awal, seperti mudah lelah, sesak napas, mual, penurunan daya konsentrasi, penurunan nafsu makan, gangguan tidur, kram otot, pembengkakan pada kaki dan tumit, kulit menjadi lebih gelap, peningkatan atau frekuensi berkemih, perasaan gatal hingga mati rasa. Pada stadium akhir, gagal ginjal memerlukan penanganan serius. Biasanya, penderita yang memiliki fungsi ginjal yang sudah sangat menurun, perlu melakukan terapi pengganti ginjal (renal replacement therapy, RRT) berupa hemodialisis, peritoneal dialisis, dan transplantasi ginjal.

Penting diketahui, fungsi ginjal pada penderita PGK tidak pernah kembali normal dan berakhir dengan transplantasi ginjal. CEGAH SEJAK DINI Kembali pada masalah obesitas, melihat fakta anak obesitas di Indonesia terus meningkat, PERNEFRI mengajak seluruh lapisan masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran dan mengatasi penyakit ginjal pada anak. Para orangtua juga harus mempunyai pengetahuan yang baik mengenai deteksi dini penyakit ginjal dan membiasakan anak-anak untuk melakukan pola hidup sehat. Pola hidup sehat di antaranya: ¦

Pilih makanan. Ajakan untuk menghindari junk food, makanan tinggi lemak dan garam serta makanan berbahan pengawet, idealnya dijalani. Ganti dengan makanan tinggi serat, perbanyak buah dan sayur, bergizi seimbang sehingga kesehatan tubuh tetap terjaga, termasuk kesehatan ginjal. ¦ Minum. Demi kesehatan ginjal sebaiknya minum air setidaknya 8 gelas per hari atau sesuai kebutuhan. ¦ Aktivitas fisik.

Biasakan anak untuk melakukan berbagai aktivitas fisik atau olahraga teratur minimal 30 menit sebanyak 4-5 kali seminggu. ¦ Kontrol faktor risiko. Pastikan untuk mengontrol faktor risiko, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi. Jangan salah, anak pun bisa terkena diabetes atau tekanan darah tinggi bila pola makan dan pola fi siknya tidak dijalankan dengan baik. Intinya, para orangtua harus mempunyai pengetahuan yang baik mengenai deteksi dini penyakit ginjal sebagai akibat dari gaya hidup saat usia muda untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang lebih sehat.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *