Retrospeksi Sardono W. Kusumo Bag11

Menurut Sardono, saat itu gerakan teater tubuh tengah in di Prancis. ”Istilahnya corporeality,” ujarnya. Para seniman Eropa tengah kerasukan gagasan Grotowski, teaterwan dari Polandia yang anti-prosenium konvensional. Grotowski terkenal dengan kritiknya terhadap segala hal tambahan pada teater yang berlebihan yang disebutnya sebagai kleptomania artistik. Ia ingin mengembalikan teater pada tubuh apa adanya.

”Sementara hal begitu kan sudah biasa di Indonesia. Di Bali, Nyoman Kakul, misalnya, bisa menari di tengah lalu-lalang orang banyak. Enggak butuh podium,” kata Sardono. Ia sempat berimprovisasi di depan Menara Ei?el. Terlihat Sardono mengenakan topeng orang tua. Ia berjalan mengembangkan payung hitam diikuti anak-anak.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *