Retrospeksi Sardono W. Kusumo Bag7

Samgita bercerita tentang pertarungan Sugriwa dan Subali, tapi dimainkan secara bebas oleh Sardono, Kardjono, Sentot Sudiharto, dan Sal Murgiyanto. Para penari hanya menggunakan cawat. ”MenarikanRamayanadengan cawat saja saat itu dianggap tak senonoh,” ujar Sardono. Promosi acaranya sudah membikin kesal sesepuh tari. Sardono menyusuri jalanan Surakarta membawa iring-iringan kereta mayat.

Di depan, sendiri berjalan seseorang membawa payung kebesaran. Lalu ia membagi-bagikan selebaran pementasan Samgita. ”Itu kereta mayat milik kakek saya. Kakek saya memang sehari-hari menyewakan kereta mayat,” katanya. Menurut Sardono, inspirasiSamgita justru datang dari seorang pemuda Kalimantan. ”Suatu hari, saya di TIM (Taman Ismail Marzuki) bertemu dengan Ismid Malidan. Dia anak kepala suku Dayak Kenyah.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *