Saat Menemani Anak MENONTON KARTUN

Saat Menemani Anak MENONTON KARTUN – * Cari tahu tentang karakter kartun kesayangan anak. Apakah itu tokoh baik atau tokoh jahat, seperti apa fi lmnya, dan kira-kira apa yang membuat anak menyukai tokoh kartun tersebut. Terkadang anak mengindentifi kasi diri pada suatu tokoh demi menyalurkan kebutuhan emosinya. Contoh, tokoh monster untuk menyalurkan sikapnya yang agresif. Tentu itu mengejutkan, namun tak perlu panik. Si kecil justru perlu penjelasan bahwa perilaku monster tidak bisa ditiru karena sering merugikan/menyakiti pihak lain. Di lain sisi, untuk menyalurkan agresivitas anak, tawarkan berbagai kegiatan positif, seperti masuk klub bela diri, dan lainnya.

Baca Juga : SAT Registration Jakarta

* Terlibatlah dalam permainan seru anak. Ketika ia mengidentifi kasi diri menjadi monster, Mama bisa menjadi ibu monsternya. Fokuslah pada nilai-nilai positif yang akan diberikan sehingga anak dapat memahami konsep baik dan buruk, perilaku mana yang boleh dicontoh dan tidak, mana yang bisa diterima dan tidak oleh lingkungan, dan sebagainya. Misal, bahwa anak monster memiliki ibu yang sangat memerhatikannya atau anak monster pun senang bermain.

* Ajarkan nilai-nilai kehidupan dalam keluarga. Tokoh kartun dapat dimanfaatkan sebagai media menanamkan nilai-nilai moral, namun yang terpenting sebenarnya adalah role model dari Mama Papa sendiri. Bukankah perilaku Mama Papa yang akan sering dilihat anak? Panutan yang baik dari orangtua akan membuat anak tidak salah fokus dalam memahami suatu nilai karena ia telah memperoleh contoh-contoh yang pasti dari dalam keluarganya.

* Beri alternatif tokoh idola. JIka tak sreg dengan tokoh kartun kesayangan anak, Tom, si kucing yang nakal, misal, beri ia alternatif tokoh kartun yang lain. Intinya, kita bisa mengembangkan preferensi anak lebih luas sehingga ia tidak hanya fokus pada satu tokoh saja.

* Beri ruang untuk imajinasi. Berikan wadah agar anak bisa menuangkan imajinasinya tentang tokoh kartunnya. Contoh, dengan menyediakan perangkat menggambar. Menggambar, selain mengembangkan kreativitasnya, juga akan melatih kemampuan motorik halus anak. Bagaimana dengan kasus Noli yang sampai meminta dibuatkan pakaian seperti yang dikenakan tokoh kesayangannya? Boleh-boleh saja, kok. Tentu pakaian ini rak harus dengan bahan yang mahal. Syukur-syukur jika Mama piawai menjahit sendiri. Pakaian ini bisa dikenakan dalam kesempatan khusus, pawai atau atraksi di sekolah, upamanya.

Leave a comment

Your email address will not be published.