Para Hadirin bag4

Atau kalau alergi dengan kata ”para”, langsung saja mengucapkan: ”Hadirin yang saya hormati….” Kesalahan yang juga masih sering kita dengar dari mulut panitia atau pejabat saat menyampaikan sambutan dalam sebuah acara adalah penyebutan kata ”ulama”. Lazimnya, sebelum pembicaraan memasuki materi utama pidato, para pejabat lebih dulu menyapa semua pengunjung dengan menyapa para tokoh formal dan informal. Salah satu kalangan informal yang mendapat giliran pertama adalah ”ulama”. ”Almukarramun para ulama….” Atau dalam versi lain: ”Yang terhormat/yang saya hormati/yang saya muliakan para ulama…”. Penyebutan kata ”para” dalam kalimat itu juga tidak tepat. Kasusnya sama dengan penyebutan kata ”para” di depan kata ”hadirin”.

Leave a comment

Your email address will not be published.