Categories
Berita

Perangkat yang Sesuai untuk Segala Jenis device

Hampir semua perangkat mobile membutuhkan media penyimpanan eksternal untuk menyimpan berbagai macam video, musik, maupun file lainnya. Berbekal kecepatan teoritis 90 MB/s untuk kecepatan membaca dan 45 MB/s untuk kecepatan menulis, Team Xtreem Micro SDHC UHS-1 pun cocok cocok digunakan untuk berbagai macam perangkat.

Tidak hanya untuk smartphone dan tablet saja, memory card ini juga dapat digunakan pada kamera DSLR hingga camcoder dengan output video Full HD. Dari hasil tes yang CHIP lakukan, Team Xtreem Micro SDHC UHS-1 mampu menghasilkan performa yang tidak jauh dari kecepatan teoritisnya. Saat diuji menggunakan software ATTO, kecepatan menulis yang dihasilkan adalah 45,68 MB/s dan 89,78 MB/s untuk kecepatan membaca.

Sedangkan skor PCMark 7 untuk Secondary Storage Suite yang diperoleh adalah 1386. Untuk memindahkan file sebesar 1 GB, memory card ini mampu memindahkannya dari PC ke Micro SD dalam waktu 68,33 detik. Sebaliknya, dari Micro SD ke PC membutuhkan waktu 16 detik.

Categories
Berita

Generasi ekstrim Prosesor Intel

Perkembangan dunia IT memang tidak ada habisnya. untuk kategorti prosesor, intel selalu menawarkan yang terbaik. Setelah santer dikabarkan bahwa prosesor intel teranyar Broadwell tidak lama lagi hadir di pasaran, intel kembali mengumumkan bahwa generasi Haswell akan kedatangan “saudara kandung”, yaitu Haswell-e. Sesuai judulnya, huruf e yang disematkan berarti kelas ekstrim.

Oleh karena itu, socket motherboard intuk Haswell-e pastinya tidak akan sama dengan Haswell standar. Sama seperti ivy Bridge-e dan Sandy Bridge-e, motherboard dengan socket 2011 menjadi tandem utama. Perlu diingat bahwa socket 2011 yang tersedia merupakan versi terbaru, yaitu versi ketiga. Performa dan harga yang ditawarkan pastinya memiliki selisih yang cukup tinggi dengan varian non-e. di sisi lain, Haswell-e adalah prosesor pertama yang mampu mengoptimalkan penggunaan delapan core.

Artinya, kemampuan komputasi yang ditawarkan bisa membuat pesaingnya gigit jari. ini juga sesuai dengan kebijakan pengembangan intel tick-tock yang sangat dinamis. Beberapa produsen pun tampaknya mulai memproduksi jajaran motherboard yang akan mendukung kinerja Haswell-e.

Categories
Home

Pelesiran ke Museum Nasional Bagian 2

Favorit pengunjung adalah benda yang ada tengah ruangan, berupa kapal yang dibuat dari kayu utuh, tanpa sambungan sedikit pun! Bagi penikmat sejarah, tempat ini adalah surga, walaupun memang, informasi yang tertera sangat minim dan seadaanya.

Baca juga “ Jual genset Surabaya

SISI KANAN: MODERN

Bagian yang lebih menarik—dan modern— adalah bangunan di sisi kanan. Bangunan yang terdiri dari 7 lantai (hanya 4 lantai untuk museum) ini sebenarnya juga bangunan lama, namun telah direnovasi interior dan eksteriornya. Di sini, Anda dapat menikmati teknologi-teknologi masa dulu, dengan kemasaan yang modern. Interiornya pun dibuat layaknya museum-museum di luar negeri, dengan warna-warna yang ceria.

Sejarah nenek moyang Indonesia menjadi tema koleksi di bangunan sisi ini. Dimulai dari zaman batu, hingga zaman sekarang. Ada ruang yang menampilkan sejarah manusia purba, ada pula yang memamerkan teknologi dari zaman kuno hingga zaman modern— sepeda besi beroda tiga hingga sepeda motor di zaman Belanda ada di sini. Prasasti dari zaman kerajaan di Indonesia pun bisa Anda lihat di sini.

Terlepas dari koleksi yang dipamerkan, bagian luar museum ini juga sangat menarik dan pantas dijadikan objek ber-narsis ria. Paduan arsitektur Yunani yang klasik dengan jembatan kaca yang modern, ditambah lagi instalasi seni karya Nyoman Nuarta berbentuk lingkaran yang bertengger di depan museum, menjadikan Museum Nasional pantas Anda jadikan tujuan wisata pertama di tahun 2016 ini.

Museum ini kerap dijuluki sebagai Museum Gajah karena patung gajah yang ada di halaman depan, yang merupakan hadiah dari Raja Chulalongkorn asal Thailand. WAKTU KUNJUNGAN Selasa—Jum’at: 08.00—16.00. Sabtu—Minggu: 08.00—17.00. Senin dan hari besar nasional: tutup TIKET MASUK Dewasa: Rp5.000 Anak-anak: Rp2.000 .

CARA MENUJU KE SANA Museum Nasional terletak di jalan Merdeka Barat No.12, Jakarta Pusat, di seberang Lapangan Monumen Nasional. Untuk menuju ke sini, Anda dapat menggunakan bus Tour Jakarta dan berhenti tepat di depan Museum Nasional. Atau bisa juga menggunakan Transjakarta koridor 1 (Blok M-Kota) dan berhenti di halte Monumen Nasional (Monas).

Categories
Home

Pelesiran ke Museum Nasional

Museum ini kuno dan penataannya tak menarik? Eits, itu cerita lama. Sekarang ini, Museum Nasional telah dibenahi sehingga makin menyenangkan untuk dikunjungi. Menjadikan museum sebagai tujuan wisata tampaknya belum menjadi budaya di Indonesia. Masyarakat Indonesia lebih memilih menghabiskan akhir pekannya ke pantai bahkan ke mal. Kesan kuno dan tak menyenangkan menjadi alasan utama mengapa orang enggan bertandang ke museum.

Baca juga “ Jual genset Bali

Karena alasan itulah, pihak pengelola museum di Jakarta mempermak beberapa museum hingga terlihat lebih modern. Salah satu museum yang sedang berbenah diri adalah Museum Nasional atau lebih dikenal dengan nama Museum Gajah. Dulu, Museum Gajah ini identik dengan arca kuno yang diletakkan di sebuah gedung bergaya Yunani Kuno.

Terkesan suram, gelap, dan tak menyenangkan karena warna arca yang abu-abu dan layout ruangan yang sama suramnya. Sekarang ini, Museum Nasional memodernisasi bangunan dan interior ruang pajangnya, serta menambah baru ruang yang lebih modern. SISI KIRI: ARCA Begitu masuk ke dalam halaman, Anda akan menemukan dua buah bangunan berbeda gaya yang dihubungkan oleh sebuah jembatan kaca modern. Bangunan di sebelah kiri, bernapaskan arsitektur Yunani lengkap dengan 4 tiang penyangga ala Doric.

Bangunan ini memang bangunan lama, yang dibangun pemerintah Belanda pada tahun 1862 untuk menampung koleksi milik perkumpulan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG), sebuah perkumpulan pencinta ilmu pengetahuan dan budaya. Di gedung lama ini, terdapat koleksi ratusan arca dari zaman prasejarah. Yang paling terkenal adalah arca Adityawarman yang tingginya mencapai empat meter. Patung ini berwujud laki-laki yang berdiri di atas mayat dan deretan tengkorak.

Di tangan kirinya ada cangkir dari tengkorak dan di tangan kanannya ada keris pendek. Diperkirakan, patung ini ditemukan di Padang Roco, Sumatera Barat pada abad ke-13 sampai abad ke-14. Di sini juga bisa dijumpai keramik peninggalan masa lampau, termasuk keramik dari negara-negara tetangga. Ada pula miniatur rumah adat dan tekstil dari berbagai daerah Nusantara.