Category Archives: Parenting

Mama Hanya Boleh Mengonsumsi “Makanan Sehat”

sat-jakarta.com – Faktanya: mama boleh makan apa saja asalkan sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Alih-alih berfokus pada jenis makanan “sehat” dan “tidak sehat”, lebih baik pastikan makanan yang mama konsumsi sehari-hari telah mengandung beragam unsur gizi penting, seperti: karbohidrat, protein, lemak, dan serat. Kecuali jika mama atau papa atau ada anggota keluarga yang memiliki riwayat alergi terhadap makanan tertentu, maka lebih berhati-hatilah dalam menyantap makanan tersebut.

baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Mama Tidak Boleh Mengonsumsi Makanan Pedas Karena Asi-Nya Akan Ikut Menjadi Pedas.

Faktanya: makanan yang dikonsumsi mama akan diolah terlebih dahulu oleh tubuh, baru kemudian zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya akan digunakan menjadi bahan membuat asi. Jadi, asi yang keluar tidak akan memiliki rasa yang sama dengan makanan yang dikonsumsi mama. Justru, cabai merupakan salah satu tumbuhan dengan kandungan vitamin c cukup tinggi. Selama makanan pedas yang dikonsumsi mama tidak menimbulkan gangguan pencernaan, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Asi Perah (Asip) Tidak Boleh Disimpan Terlalu Lama Karena Akan Berubah Menjadi Darah.

Faktanya: mitos ini sangat menyesatkan. Asip yang disimpan secara layak dalam lemari pendingin (pada suhu 4 derajat celsius), kondisinya dapat terjaga dengan baik selama 24 jam. Sementara asip yang langsung didinginkan, kemudian dibekukan (pada suhu minus 18 derajat celsius atau lebih rendah) bahkan dapat awet selama 3-6 bulan dan tidak akan berubah menjadi darah. Banyak mama bekerja yang setiap hari menyetok dan menyimpan asip hingga berminggu-minggu.

Asi Akan Basi Jika Mama Tidak Menyusui Bayi Selama Berjam-Jam

Faktanya: mama tidak perlu khawatir karena asi di dalam payudara selalu berada pada kondisi baik dan siap diminum oleh bayi di waktu kapan pun. Jadi, meski mama telah berjauhan dengan bayi selama berjam-jam, misalnya, karena harus bekerja dari pagi sampai sore, mama dapat langsung menyusui si buah hati begitu sampai di rumah. Tak perlu mengeluarkan atau membuang asi terlebih dahulu sebelum menyusui bayi ya, ma.

Mengejar Keterlambatan Kamilah Bagian 2

Bukan cuma itu, posisi janin juga sungsang, sehingga memang harus operasi sesar. Anak saya, Kamilah, lahir prematur dengan berat badan 2 kg. Di hari pertama, Kamilah sempat berhenti bernapas karena kondisinya yang lemah.

Sebagaimana bayi prematur lainnya, Kamilah ditempatkan di inkubator dan baru diizinkan pulang setelah hari keenam. Ternyata, pertumbuhan bayi ku memang lambat dan mengalami kuning tipe breast milk jaundice, kuning karena ASI. Bayangkan saja, berat badannya hanya mencapai 1,9 kg pada hari ke-10. Saya sangat prihatin dengan perkembangan Kamilah. Saya pun melakukan scanning mata dan telinga karena khawatir tidak sempurna.

Alhamdulillah, kedua organ tersebut tidak mengalami gangguan. Saya sungguh sangat lega! Selain pertumbuhannya meng alami keterlambatan, Kamilah juga tidak aktif bergerak. Bahkan, lehernya pun tampak lunglai. Kamilah juga mudah sekali sakit. Pada usia 1 tahun, saya mengonsultasikan Kamilah ke spesialis saraf. Dokter menyatakan, Kamilah lemah fisik dan harus dikonsultasikan ke rehabilitasi medik. Menurut dr. Luh Karunia Wahyuni, SpRM, Kamilah mengalami ke ter lambatan pada perkembangannya karena saraf-sarafnya yang lemah.

Untuk mengatasi berbagai keterlambatan yang dialami Kamilah, dokter menyarankan pemberian stimulasi ekstra. Untuk itu, saya banyak melakukan sejumlah terapi. Saya pun selalu mendampingi terapi yang dilakukan agar dapat me lanjutkannya di rumah. Dengan demikian, terapi dapat dilakukan secara simultan. Saya yakin, dengan keseriusan dan kerja keras, niscaya berbagai keterlambatan yang dialami Kamilah dapat terkejar.

Mengejar Keterlambatan Kamilah

Berbeda dari tiga kehamilan sebelumnya, pada kehamilan anak keempat, saya mengalami berbagai masalah hingga si kecil harus lahir lebih dini. Kehamilan anak ke empat ini memang istimewa. Sesungguhnya ini adalah kehamilan yang kelima, karena saya pernah mengalami keguguran. Seperti kebanyakan ibu yang sedang hamil, pada kehamilan bulan pertama sampai dengan bulan keempat, saya mengalami sulit makan. Kondisi tubuh menjadi semakin drop karena saya juga mengalami alergi, sehingga napas menjadi sesak.

Tidak berhenti sampai di situ, masuk bulan kelima, dokter menyatakan plasenta menutupi jalan lahir (plasenta previa). Saya pun harus ekstra hati-hati. Ternyata, keluhan malah bertambah, saya sampai tak bisa duduk. Duduk lama terasa sangat sakit dan tidak nyaman. Jadi, setiap 15 menit harus berdiri. Rasanya sangat menyiksa sekali. Saya lalu berkonsultasi ke spesialis penyakit dalam. Setelah di-USG, ternyata posisi plasenta (akibat plasenta previa) menekan pembuluh darah di paha bagian dalam. Inilah yang menyebabkan saya tidak bisa duduk dalam waktu lama. Untuk mengatasi, saya harus tidur miring ke kanan agar rahim tidak membebani pembuluh darah di paha.

Masuk bulan ketujuh, saya mengalami sesak napas, padahal tidak ada keturunan penyakit asma. Saking sesaknya, di usia kehamilan 7-8 bulan, saya tidur sambil duduk. Kondisi semakin bertambah parah, karena saya berbakat alergi dingin. Akibatnya ketika dingin, hidung menjadi ber air dan batuk hingga menyebabkan kontraksi. Tak hanya itu, lendir yang terlalu banyak di hidung sampai membuat pipi terasa sangat sakit saat sujud sa lat. Alhasil, saya harus mengonsultasikan kondisi tersebut ke ahli THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan).

Lahir Prematur, Ekstra Stimulasi

Masuk kehamilan bulan ke-8, ketuban pecah. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyarankan agar segera dilakukan persalinan dengan cara sesar karena sudah terinfeksi bakteri. Bila tidak segera dilakukan sesar, dapat membahayakan janin.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing khususnya bahasa Perancis dapat mengikuti pelatihan di bimbel bahasa Perancis di Jakarta yang terbaik. Sehingga anak memiliki keterampilan tambahan bahasa asing untuk masa depannya nanti.