Dua Korea Memulai Survei Lintas Batas

SEOUL – Korea Utara dan Korea Selatan sepakat memulai survei gabungan terhadap jalan-jalan di lintas perbatasan mulai pekan depan. Menurut Kementerian Unifikasi Korea, kesepakatan tersebut sebagai bagian dari upaya memodernisasi dan menghubungkan kembali dua Korea di perbatasan. “Sesuai dengan kesepakatan, keduanya memulai survei gabungan pada Senin depan,” ujar Lee Eugene, wakil juru bicara kementerian, kemarin. Korea Utara rutin melakukan inspeksi di sejumlah ruas jalan perbatasan. Selama sepekan mendatang, dari Jumat, 10 Agustus, hingga Jumat, 17 Agustus, Korea Utara berencana menginspeksi sejumlah jalan Korea Utara dari kota perbatasan Kaesong ke ibu kota Pyongyang.

Namun, seperti dilansir situs berita Yonhap, Korea Utara membatalkan inspeksi tersebut sehari sebelum pelaksanaan. Survei gabungan ini sejalan dengan kesepakatan yang dicapai kedua pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan pada Juni lalu. Berdasarkan perjanjian tersebut, mereka akan bekerja sama dalam memeriksa kondisi jalan-jalan di perbatasan kedua negara dari Jumat, 17 Agustus, hingga Kamis, 30 Agustus mendatang. Kedua negara bertetangga ini juga akan menggelar pembicaraan tingkat tinggi (KTT) pada pekan depan untuk mempersiapkan pertemuan antara Presiden Selatan Moon Jaein dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. KTT ini menandai pertemuan ketiga antara Moon dan Kim pada tahun ini, setelah kedua pemimpin bertemu pada Mei lalu. Dalam pernyataannya, Kementerian Unifikasi mengatakan kedua pemimpin akan menggelar pertemuan pada Senin lusa di sisi utara desa gencatan senjata Panmunjom. Pertemuan itu untuk “membahas hal-hal persiapan mengenai KTT SelatanUtara”. Tak hanya lintas perbatasan, kedua negara bertetangga berencana melanjutkan reuni untuk keluarga yang terpisah sejak perang Korea 1950-1953. Reuni digelar pada akhir bulan ini di resor Gunung Kumgang di Korea Utara untuk pertama kalinya dalam tiga tahun