Serangan di Yaman

ADEN — Sedikitnya 29 anak tewas dan 30 lainnya terluka akibat serangan udara pasukan koalisi pimpinan Saudi di Yaman, kemarin. Seperti dilansir BBC, mengutip keterangan pejabat Komite Palang Merah Internasional (ICRC), anak-anak tersebut sedang dalam perjalanan dengan bus di sebuah pasar di Dahyan, di Provinsi Saada bagian utara. “Para pembeli berjalan-jalan seperti biasanya. Semua yang meninggal adalah penduduk, anakanak, dan pemilik toko,” ujar Moussa Abdullah, saksi mata, kepada Reuters. Moussa termasuk korban luka yang dirawat di rumah sakit akibat serangan tersebut. ICRC lewat akun Twitternya menyebutkan, tim medisnya di rumah sakit yang didukung ICRC di Saada menerima mayat 29 anak. Semua di bawah 15 tahun. Rumah sakit juga menerima 48 orang yang terluka. Sedangkan Kementerian Kesehatan mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan tersebut mencapai 43 orang, dan 61 orang lainnya terluka. Perang Yaman dimulai pada Maret 2015 oleh koalisi Saudi yang membela Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang dijungkalkan kelompok pemberontak Houthi. Konflik Yaman juga menimbulkan bencana kemanusiaan.

Sekitar 14,5 juta warga Yaman tidak memiliki akses air bersih. Mereka kelaparan dan mengidap kolera. Juru bicara Houthi, Mohammed Abdul-Salam, mengatakan serangan pasukan koalisi telah mengabaikan kehidupan warga sipil. Sebab serangan itu menargetkan tempat umum yang ramai di kota. Menurut berbagai sumber, serangan ini terjadi pada pagi hari di sebuah pasar di Kota Dahyan, wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak Houthi, yang berbatasan dengan Saudi. Serangan itu menargetkan peluncur roket yang pernah menyasar Kota Jizan, di selatan Saudi. “Serangan udara sesuai dengan hukum internasional,” ujar juru bicara koalisi, Kolonel Turki al-Malki. Namun, Nasser Arrabyee, wartawan Yaman yang berada di ibu kota Sanaa, mengatakan tidak ada milisi Houthi di sekitar pasar tempat serangan itu terjadi. “Tidak ada instalasi militer di dekatnya.