Jenderal Yang Mengakrabi Facebook Bag6

Sempat berkuliah hukum di University of Rangoon, Min Aung akhirnya memilih karier militer. Ia menempa diri di Akademi Pertahanan, kampus militer terkemuka di Myanmar. ”Ia diterima setelah dua kali gagal tes,” demikian diberitakan Reuters. Karier Min Aung melesat. Salah satunya karena kepiawaiannya bernegosiasi dengan dua kelompok pemberontak, Pasukan Na sional Wa Bersatu dan Tentara Aliansi Demokratik Nasional.

Namun peristiwa Kokanglah yang melambungkan nama Min Aung. Pada Juni 2010, ia naik pangkat dan menggantikan Jenderal Shwe Mann sebagai Kepala Staf Gabungan Militer. Bahkan, tak sampai satu tahun kemudian, Min Aung diangkat menjadi Panglima Militer Myanmar menggantikan kepala negara dan pemimpin junta, Jenderal Senior Than Shwe.

Memahami Infeksi Virus Zika

Jenderal Yang Mengakrabi Facebook Bag5

Serangan tersebut juga memicu 37 ribu warga sipil di Laukkai, kota utama di Kokang, mengungsi ke Cina. Sebelum insiden Kokang, jejak kekerasan Min Aung terekam dalam Revolusi Saffron. Min Aung masuk deretan jenderal yang mendukung tindakan brutal terhadap ribuan biksu yang memimpin unjuk rasa besar-besaran pada September 2007.

Biksu-biksu itu menyerukan diakhirinya rezim militer. Namun para biksu tersebut, yang dianggap ”anak-anak Buddha” dan merupakan institusi terbesar di Myanmar setelah Tatmadaw, diredam lewat kekerasan. Nyaris 200 biksu diyakini tewas akibat aksi brutal tentara Myanmar. Min Aung lahir di Tavoy—kini Dawei— kota kecil sejauh 800 kilometer di sebelah selatan Naypyidaw, 61 tahun lalu.

Memahami Infeksi Virus Zika Bag2

Setelah Debora Meninggalkan Mitra Bag4

Dengan kondisi tak sadar dan tubuhnya yang mulai tampak membiru, Debora ditangani dokter piket, Irene. Dalam pemeriksaan medis, dokter Irene menemukan adanya masalah pernapasan berat pada Debora. Menurut catatan rumah sakit, frekuensi denyut nadi Debora terhitung 60 kali per menit dengan suhu badan mencapai 39 derajat Celsius. Setelah mendapat penanganan medis dari dokter Irene, kondisi Debora mulai membaik.

Tapi, karena kondisi Debora masih terbilang kritis, dokter menyarankan agar bayi itu mendapat perawatan di ruang pediatric intensive care unit (PICU). ”Debora sempat menangis, artinya ada harapan hidup,” kata Birgaldo Sinaga, kuasa hukum Rudianto. Kedua orang tua Debora lantas menanyakan biaya perawatan di ruangan itu apabila dibayar dengan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Sambal Tempe Kemangi ala Nasi Tumpeng Jakarta

Sambal Tempe Kemangi ala Nasi Tumpeng Jakarta – Bahan: 300 gr tempe, iris 1 siung bawang putih, haluskan 1 sdt garam 500 ml air 1 ikat kemangi, petiki 500 ml minyak, untuk menggoreng Bahan Sambal: 1 sdt terasi, bakar 2 siung bawang putih, goreng 6 bh cabai keriting merah 8 bh cabai rawit 1/4 sdt garam 1/4 sdt gula pasir

Cara Membuat Untuk 5 porsi: 1. Rendam tempe di dalam larutan garam dan bawang putih 15 menit. 2. Goreng tempe di dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai matang. Tiriskan. Sisihkan. 3. Ulek bawang putih, cabai keriting merah, cabai rawit, dan terasi. Bubuhi garam dan gula pasir. Ulek rata. 4. Masukkan tempe goreng. Ulek kasar. Tambahkan kemangi. Aduk rata.

Ikan Pindang Sambal Jeruk Limau

Bahan: 6 ekor ikan pindang 3 bh jeruk limau 6 btr bawang merah, iris halus 2 siung bawang putih, cincang 2 cm lengkuas, memarkan 3 bh cabai keriting merah, iris serong 8 bh cabai rawit merah, iris serong 1 bh tomat ukuran sedang, iris 3/4 sdt garam 1/2 sdt gula pasir 2 sdm minyak, untuk menumis

Cara Membuat Untuk 6 porsi: 1. Goreng kering ikan pindang. Sisihkan. 2. Tumis bawang merah, bawang putih, dan lengkuas hingga harum. Masukkan cabai keriting merah dan cabai rawit. Aduk rata. Masukkan tomat. Aduk hingga layu. 3. Masukkan ikan pindang. Aduk rata. Bubuhi garam dan gula pasir. Angkat. 4. Kucuri air jeruk limau. Aduk rata.

Kue Pancong Cokelat Keju 20 buah

Bahan: 2 btr telur 75 gr gula pasir 1/4 sdt garam 125 gr tepung terigu protein sedang 1 sdm tepung sagu 30 gr cokelat bubuk 1/2 sdt baking powder 100 ml susu cair 2 ssm margarin, lelehkan 25 gr cokelat masak pekat, lelehkan 180 gr keju, iris panjang

Cara Membuat: 1. Kocok telur, gula pasir, dan garam sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu, tepung sagu, baking powder, dan cokelat bubuk bergantian dengan susu cair, sambil diayak dan dikocok perlahan. Masukkan margarin. Aduk rata. 2. Tuang adonan ke dalam cetakan kue pancong yang sudah dipanaskan dan diolesi margarin. Masak di atas api kecil. Biarkan 3/4 matang. Tambahkan keju di atasnya. Tutup. Biarkan matang.

Sumber : https://salamacatering.com/

Toast dan Duel Kipas Bag4

Namun sekarang bisa menjadi lebih-kurang 15 menit saja. Tentu tidak ada arak atau wine dalam gelas. Enam penari Padnecwara hanya berpura-pura meneguk. Namun perpaduan gelas wine dan kelembutan para penari terasa pas. Serasi. Tidak ada keganjilan pada gerakan mereka. Malam itu, hampir semua generasi Padnecwara diikutkan. Termasuk yang berusia muda.

Nomor Enggar-enggar ditarikan Retno Proborini dan Landung Anandito. Ini semacam ”love dance”. Hampir semua karya besar Padnecwara diselipi adegan tarian percintaan. Sebut saja Suropati, Dewa Brata, dan Sekar Pembayun. Kita ingat dalam Suropati, misalnya, ada adegan duet percintaan Surapati dengan perempuan Belanda, Suzane. Dimulai dengan konflik, lalu berakhir dengan romansa. Retno Maruti menyajikan ”love dance” secara anggun dan halus.

Toast dan Duel Kipas Bag3

Ketika Pakubuwono IX memerintah Keraton Surakarta (1861-1893), tarian Sangapati diberi makna baru menjadi Sangupati, yang bernuansa perlawanan. Pemerintah kolonial saat itu memaksa Pakubuwono melakukan perundingan menyerahkan tanah pesisir Pulau Jawa. Pada saat pertemuan di keraton, Pakubuwono menyajikan tari Serimpi Sangupati. Namun tari itu bukan sekadar sebuah hiburan, tapi juga disiapkan sebagai bekal kematian bagi Belanda.

Para penari Serimpi Sangupati syahdan dilengkapi pistol sungguhan yang diisi peluru. Para penari menyuguhkan gelas berisi arak untuk tamu Belanda. Pakubuwono berharap, bila banyak tamu Belanda yang mabuk, perundingan tak akan terjadi. Seterusnya memang Serimpi Sangupati menggunakan properti pistol mainan dan gelas minum arak. Pada awalnya tarian yang terbatas untuk kalangan keraton ini pasti berdurasi lama.

Belajar Naik-Turun Tangga

Sepertinya lebih mudah bagi Mama untuk menjauhkan si batita dari tangga. Namun, sebenarnya mengajari batita cara naikturun tangga dengan benar justru bisa menjadi solusi lebih baik untuk menjaga keamanannya. Sebab, si batita akan tahu apa yang mesti dilakukan ketika harus melewati tangga, sementara pada saat itu Mama sedang tidak ada di sekitarnya.

“ Info Beasiswa Kuliah di Jerman Gratis untuk S2-S3 “ ~ upstory.org ~

Perkenalkan cara naikturun tangga dengan perlahan, dimulai dari meniti tiga anak tangga sambil berpegangan pada dinding atau pegangan tangga, tentu di bawah pengawasan Mama. Mengajarkan turun tangga butuh perhatian lebih, terutama bagi batita yang memiliki badan agak gemuk. Tapi dengan kesabaran dan pengawasan Mama, lama-lama ia akan menguasai kemampuan ini.

Pintar-Pintar Terapkan Time Out

Banyak orangtua menggunakan strategi time-out untuk mengatasi masalah perilaku pada batitanya. Namun, sebaiknya Mama menahan dorongan untuk menerapkannya pada setiap kejadian. “Strategi time-out tidak akan berhasil jika orangtua cenderung mengobralnya,” kata Ennio Cipani, Profesor dari National University, California.

Akan lebih baik jika Mama memberikan timeout hanya untuk perilaku-perilaku yang butuh perhatian khusus, semisal ketika si batita memukul temannya. Di luar itu, cukup beri peringatan atau teguran saja, atau untuk yang kesannya remeh, seperti merajuk, Mama bisa abaikan saja. Memang, strategi time-out tidak akan memberi hasil langsung, melainkan butuh waktu. Selama Mama konsisten dalam menerapkannya, batita akan mengalami perubahan perilaku.

Humor Bantu Anak Lebih Disiplin

Ketika usaha Mama untuk membuat si batita lebih disiplin gagal, jangan langsung menyerah. Terkadang, pendekatan yang humoris bisa lebih mengena baginya. Jadi, ketika si batita menolak atau lari sewaktu diajak membereskan mainan setelah bermain, tak perlu naik darah. Buat saja cerita lucu yang membuatnya tergerak untuk menuruti Mama.

Misalnya, “Kalau boneka kamu tidak dimasukkan ke dalam laci mainan, nanti malam-malam dia bilang, ‘Aduuuuh…. aku kedinginan, nih!’” sambil memeragakan gaya orang kedinginan. Setelahnya, ajak si kecil untuk memasukkan boneka itu ke dalam laci bersamasama. Lebih mudah, kan, dibandingkan marahmarah?

Cemas Saat Berpisah

Namanya anak, umumnya lengket dengan orangtua, baik mama maupun papanya. Anak kerap merasa cemas jika harus berpisah dari orang tuanya, bahkan sampai menangis meraung-raung. Namun, kecemasan yang timbul saat berpisah ini sebetulnya normal terjadi dalam proses tumbuh kembang anak. Rasa cemas itu muncul seiring anak mulai mobile alias bergerak ke sana kemari, berjauhan dari orangtua.

lowongan magang ke Jepang gratis untuk lulusan SMA/SMK “ ~ upstory.org ~

Anak sedang berusaha bagaimana bisa bertahan dan mengandalkan dirinya sendiri saat ia berjauhan dari orangtuanya. Ia coba menguji batasan dirinya, sejauh mana ia bisa bermain sendiri serta merasa aman dan nyaman dengan dirinya.

Justru bahaya jika anak tak merasa cemas atau tidak takut berpisah dari orangtua atau terlalu berani bertemu orang asing. Jadi, rasa cemas itu bukan karena anak enggan mandiri, tetapi menjadi alarm bagi anak dan kita untuk tetap waspada, sekalipun sedang tidak bersama. Semakin besar anak, umumnya akan lebih pandai menguasai dirinya, sehingga ia bisa mengatasi kecemasannya sendiri.

Makan Apa, Nak?

Usia prasekolah sudah mulai kenal rasa, tahu mana yang enak dan tak enak, juga sangat pemilih! Kadang karena terlalu pilah-pilih makanan, kita sering khawatir, apakah gizi yang ia peroleh dari makanan sudah cukup. Habis, ia hanya mau yang itu-itu saja, bahkan yang memasak pun bosan melihatnya.

Aturan pertama tentang makan apa yang tersaji di meja rasanya sering dilanggar. Namun, jika terus-terusan makan sesuai keinginan juga tak baik. Pertama, coba beri pemahaman pada si prasekolah untuk makan yang sudah ada. Alihkan perhatiannya sejenak, baru suapi anak. Atau, tawari ia untuk makan bersama dengan menu yang sama di meja makan, sehingga ia mau makan sendiri.

Kedua, ajak anak merancang menu dan berbelanja bahan masakan di pasar. Jadi, ia merasa ikut berkontribusi dalam hal menu di rumah, sehingga mendorong anak untuk mau makan apa yang sudah ia ikut siapkan. Ketiga, konsisten dengan jadwal makan. Makan camilan boleh, tapi sebaiknya tidak terlalu dekat dengan jam makan.

 

Kisah Rumah Boneka di Gunung Toga Bag7

Di tengah dan di akhir lakon, sosok Nora versi Korea tampil heroik meski di akhir pengadeganan tambahan kembali ”terjebak” pada hukum sosial yang membelenggunya. Ketika ditanyakan mengapa permainan dramatik Korea cenderung dalam tempo cepat hingga pada beberapa bagian menimbulkan efek komedi, Kim Eun-woo selaku pemeran tokoh Krogstad mengatakan, ”Itulah Korea.” Kehidupan sehari-hari di Korea, menurut Kim, umumnya berjalan dalam tempo cepat.

Adapun tentang ”heroisme” perempuan, dijawab oleh Lee Eunjun selaku sutradara, motivasi itulah yang saat ini sangat mendesak bagi Korea. Lee Eun-jun menyatakan dia bukanlah seorang feminis. Namun ia tak menyangkal bahwa perempuan di Korea masih cenderung tertindas, bahkan masih ada kecenderungan berbagai tindakan kekerasan lelaki terhadapnya, termasuk dalam hal perilaku seksual domestik.

Ikan Lempah Kuning Bumbu Bakar ala Nasi Kotak Jakarta

Ikan Lempah Kuning Bumbu Bakar ala Nasi Kotak Jakarta – Bahan: 4 ekor ikan nila, potong 2 bagian 200 gr nanas, potong potong 3 bh cabai rawit merah 2 btg serai, memarkan 1 sdt garam 1/2 sdt gula pasir 2 sdt air asam jawa, dari 2 sdt asam jawa yang dilarutkan dengan 2 sdt air 1.000 ml air Bumbu Bakar (tumbuk Kasar): 6 btr bawang merah, potong dua bagian 4 bh cabai merah besar, potong 2 bagian 3 cm kunyit 2 siung bawang putih 4 bh cabai rawit merah 5 cm lengkuas 1/2 sdt terasi

Cara Membuat Untuk 4 porsi : 1. Lumuri ikan dengan 1/2 sdt garam, 1/4 sdt merica bubuk, dan 1/2 sdt air jeruk nipis. Diamkan 15 menit. 2. Rebus air, bumbu bakar, dan serai hingga mendidih. Masukkan ikan. Bubuhi garam dan gula pasir. Aduk rata. 3. Masukkan nanas dan cabai rawit. Tuang air asam. Masak sambil sesekali diaduk hingga bahan matang.

Si Cendol Hitam yang Super Segar

Ketika melintasi sepanjang jalan raya utamanya di Blitar, Sajiers akan sering terlihat penjual dawet atau cendol, di pinggir-pinggir jalan. Keunikan penjual dawet di Blitar ini terlihat dari ciri khas para penjualnya yang memajang wadah guci yang digunakan. Gucinya terbuat dari tanah liat berukir ular naga, dengan irus atau centong besar untuk mengambil dawetnya yang bergambar tokoh punakawan. Dan jika dawet pada umumnya berwarna hijau atau putih, di sini dawetnya berwarna hitam atau dalam bahasa Jawa disebut ireng .

Dawet ireng disajikan di dalam mangkuk kecil, disiram dengan kuah santan lalu ditambahkan saus gula jawa dan serutan es batu. Cita rasa semangkuk dawet ireng ini merupakan kombinasi manis dan segar. Dawetnya yang melimpah, sehingga membuat sajian minuman ini tak hanya mampu mengusir dahaga, tetapi juga cukup mengenyangkan. Untuk menikmati semangkok dawet ireng, cukup merogoh kocek Rp 5 ribu saja.

Sumber : https://salamacatering.com/